Foto dibawah ini memperlihatkan selang yang terisi minyak rem baru berwarna merah setelah pembuangan angin dilakukan. Minyak rem bekas tertampung di wadah plastik bekas botol air mineral.

Pada artikel ini dibahas pembuangan angin rem di roda depan. Untuk membuang angin rem di roda belakang dapat dibaca di artikel: Cara Praktis Buang Angin Rem Oleh Satu Mekanik
Ada prosedur yang juga mudah yaitu menggunakan pompa untuk menekan minyak rem di reservoir dan keluar dari nipel. Juga ada prosedur yang menggunakan pompa vacuum untuk mengisap minyak rem dari nipel. Walau mudah, tapi kedua prosedur tersebut membutuhkan alat yang mahal.
Gambar video di bagian bawah posting ini memperlihatkan minyak rem berwarna bening dan gelembung yang keluar dari nipel rem dan memasuki selang transparan. Selanjutnya minyak rem yang baru yang berwarna merah memasuki selang menggantikan minyak rem lama yang bening.
Jika baru saja dilakukan perbaikan pada piston atau silinder rem di bagian roda ataupun master cylinder (silinder pedal rem), misalnya penggantian karet seal, maka perlu dilakukan pembuangan angin dari sistem hidrolik rem. Udara atau angin yang terperangkap di dalam sistem hidrolik akan menyebabkan rem tidak pakem. Pedal rem terasa dalam sampai kandas saat diinjak, dan terasa seperti menginjak balon atau menginjak karet busa. Hal ini terjadi karena sifat fisika udara yang dapat ditekan atau dimampatkan (compressible) hingga volumenya mengecil, sedangkan minyak rem tidak dapat dimampatkan (incompressible) atau volumenya selalu tetap walau mendapat tekanan.
Adapun prosedur yang biasa digunakan, membutuhkan dua orang. Satu orang bertugas memompa pedal rem hingga terasa ada tekanan dan langkahnya jadi agak pendek atau lebih tinggi, lalu pedal ditahan dalam posisi tertekan. Satu orang lagi bertugas mengendurkan nipel rem di roda agar angin dapat keluar dari sistem hidrolik rem, kemudian segera ditutup kembali. Pedal rem dilepas dan dipompa lagi, begitu seterusnya sampai tekanan benar-benar naik dan pedal tidak terasa seperti menginjak balon lagi. Prosedur biasa ini banyak ditulis di situs internet.
Pada gambar video pembuangan angin yang dilakukan dan dijelaskan disini adalah saat menguras dan mengganti minyak rem lama dengan minyak rem baru. Biasanya minyak rem dikuras setiap 2 tahun sekali, harap meer ke service manual kendaraan anda. Penggantian minyak rem perlu dilakukan karena adanya embun atau air yang masuk ke dalam sistem hidrolik rem, kotoran, sisa karet seal, karat, udara, sehingga perlu dikuras.
Prosedur ini dapat juga digunakan untuk membuang angin setelah perbaikan besar pada sistem hidrolik rem, misal penggantian karet piston di roda atau karet piston pada master cylinder. Dan dapat diterapkan pada hampir semua kendaraan yang menggunakan sistem hidrolik pada remnya, termasuk sepeda motor.
Membuang angin sebaiknya dimulai dari roda paling jauh dari master cylinder. Agar angin dan minyak rem lama dapat segera keluar dalam jumlah atau volume banyak. Untuk mobil dengan posisi pengendara di sebelah kanan seperti Indonesia, Inggris, Australia, Jepang, Singapura, Malaysia, Hongkong, India, New Zealand, dll. maka roda terjauh adalah roda belakang kiri. Untuk roda depan maka roda terjauh adalah roda depan kiri. Pada beberapa kendaraan, posisi master cylinder rem tidak tepat di dekat kaki pengemudi, yaitu di sebelah kanan untuk Indonesia. Ada mobil Eropa yang posisi master cylindernya di sebelah kiri atau di sebelah penumpang. Mungkin karena mobil tersebut awalnya dirancang dengan posisi pengemudi di sebelah kiri, tapi kemudian dimodifikasi menjadi posisi pengemudi di sebelah kanan untuk memperluas pangsa pasar.
Hal pertama yang perlu dilakukan sebelum rem dibuang anginnya adalah: buka tutup reservoir minyak rem atau tanki rem, periksa tinggi permukaan minyak rem, jika kurang maka tambah sampai maximal. Pada foto dibawah tampak tanki minyak rem adalah yang ditunjuk oleh panah merah. Tanki yang lebih kecil adalah reservoir minyak kopling.

0 komentar:
Posting Komentar